Apa Ahlussunnah Wal Jama’ah
Ahlusunnah wal jama’ah adalah salah satu jalan pendekatan diri kepada Allah SWT yang perpegang kepada 4 (empat) :
1. Al-Qur’an
2. Hadits
3. Ijma’
4. Qiyas
Arti Ahlussunnah wal jama’ah itu sendiri diambil dari Hadits Rasulullah SAW yang beliau sabdakan :
“Islam akan menjadi terbagi menjadi 73 golongan, satu golongan yang masuk surga tanpa di hisab”, sahabat berkata : siapakah golongan tersebut ya Rasulullah ?, Nabi bersabda : “ Ahlussunnah wal jama’ah“.
Yang kita tanyakan, apa itu Ahlussunnah wal jama’ah ?
Semua golongan mengaku dirinya Ahlussunnah tetapi sebenarnya mereka bukan Ahlussunnah wal jama’ah karena banyak hal-hal yang mereka langgar yang mereka jalankan di dalam ajaran agama Islam, tetapi tetap mereka mengakui diri mereka yang benar. Sebenarnya kita harus mengetahui apa yang kita pelajari di dalam agama Islam atau yang kita amalkan di dalam Islam maka kita akan mengetahui kebenarannya di dalam ajaran Ahlussunnah wal jama’ah. Allah SWT telah mengucapkan di dalam surat Al Fatihah pada ayat yang 5 dan ayat yang ke 6, Allah SWT mengucapkan di dalam ayat yang ke 5 jalan yang lurus dan pada ayat yang ke 6 jalan-jalan mereka, yang kita tanyakan siapa mereka-mereka itu ?
Ulama Ahlussunnah wal jama’ah mereka bersepakat :
1. Mereka adalah Nabi Muhammad SAW dan para sahabat-sahabatnya
2. Penerus sahabat-sahabat Nabi Muhammad SAW yang dinamakan Tabi’in
3. Tabi’-tabi’in adalah pengikut yang mengikuti orang yang belajar kepada
sahabat Rasulullah SAW.
4. Dan para ulama sholihin.
Yang ditanyakan siapa mereka para ulama sholihin itu ?
Ulama sholihin adalah ulama-ulama yang mengikuti jejak mereka di atas yang 3 dan ulama ini sangat banyak sekali di muka bumi maka mereka menamai dirinya atau golongannya dengan nama “Ahlussunnah wal jama’ah ”.
Apa yang mereka ajarkan ?
Kita akan mengenalkan mereka dengan kitab-kitabnya yang telah tersebar luas di dunia seperti Imam Ghozali, Imam Syafi’i, Imam Hambali, Imam Hanafi, Imam Maliki dan banyak daripada itu pula dari keturunan Rasulullah SAW yang menamai julukan mereka habaib atau habib, diantara mereka adalah Al habib Abdullah Bin Alwi Al Haddad yang satu diantara karangannya adalah Nashoihuddiyyah dan banyak lagi yang lainnya.
Cara-cara mereka akan lebih dekat kita kenal dengan amalan-amalan mereka yang sering kita dapati di tiap-tiap wilayah diantaranya mereka mendirikan perkumpulan dengan pembacaan sejarah Nabi Muhammad SAW yang dinamakan dengan “Maulid” dan pembacaan Do`a Qunut, Tahlil, Ratib, Ziarah Kubur, Pengadaan Haul para Aulia, Ini diantara amalan-amalan Ahli Sunah Wal Jama`ah.
Maka jika dijelaskan sangat panjang, silahkan anda membaca kitab/buku-buku yang dikarang oleh mereka dari karangan-karangan yang berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits-hadits Rasulullah SAW, kita akan mengetahui kebenaran ilmu mereka maka kita harus prihatin di zaman ini banyak sekali golongan-golongan yang akan menyesatkan umat manusia karena kebodohan dan kurangnya pengertian jalan yang mereka ikuti sehingga mereka terjerumus kedalam jalan golongan-golongan yang sesat, maka berhati-hatilah membawa diri kita dan keluarga kita agar kita tidak terjerumus kedalam golongan yang tidak ada jaminan dari Rasulullah SAW.
25.2.09
24.2.09
CERITA RAKYAT DARI KOTA TULUNGAGUNG
CERITA RAKYAT DARI KOTA TULUNGAGUNG
Asal Usul Nama KALANGBRET
(Babad Kalangbret)
Pada mulanya di Tulungagung ada seorang Adipati yang terkenal yaitu Adipati Betak Bedalem. Adipati Betak ini mempunyai 2 putri yang sangat cantik, yang pertama bernama Roro Inggit dan yang kedua bernama Roro Kembangsore.
Putri Adipati Betak yang kedua ini banyak disenangi Adipati-Adipati Muda, bahkan kecantikannya sangat terkenal di Kota-Kota lain smapai di Kerajaan Mojopahit. Kerajaan Mojopahit yang Putranya bernama Pangeran Lembu Peteng, sebagai Pangeran yang sangat bagus parasnya juga mempunyai Keris yang sangat ampuh kegunaannya (Digdoyo). Pangeran Lembu Peteng ini juga berada di lingkungan Kadipatenan Bedalem, selain Pangeran Lembu Peteng juga ada Kasan Besari dan Adipati Kalang, yang sama-sama ada di lingkungan Kadipaten.
Pangeran Lembu Peteng dan Adipati Kalang sama-sama jatuh cinta kepada Putri Adipati Betak yang bernama Roro Kembang Sore. Roro Kembangsore sangat cocok dan cinta kapada Pangeran Lembu Peteng, dan akhirnya kedua pasangan ii dinikahkan oleh Adipati Betak Bedalem (ayahnya Roro Kembang Sore). Mendengar berita itu, Adipati Kalang sangat marah dan murka, akhirnya Adipati Kalang mempunyai rencana membunuh Pangeran Lembu Peteng.
Pada waktu Pangeran Lembu Peteng dan Roro Kembang Sore Sungkem pada Adipati Betak, tiba-tiba Adipati Kalang mengeluarkan kerisnya dan langsung di tancapkan pada Pangeran Lembu Peteng dari arah belakang, dan matilah Pangeran Lembu Peteng. Adipati Kalang mengamuk setelah membunuh Pangeran Lembu Peteng. Adipati juga membunuh kedua orang tuanya Roro Kembang Sore, yaitu Adipati Betak Bedalem dan Istrinya. Roro Ringgit juga Roro Kembang Sore melarikan diri mencari keselamatannya masing-masing. Roro Kembang Sore akhirnya ada di pertapaan Gunung Cilik, Semedi. Kesaktian Keris dari Suaminya sangat terkenal bahkan sampai terdengar oleh Adipati Kalang berniat untuk memilikinya. Adipati Kalang ingin tahu Pusaka ampuh itu, makanya dia pergi ke Gunung Cilik dengan jalan Jongkok dan tunduk. Sampai ke Gunung Cilik, semua persyaratan dari Roro Kembang Sore. Akhirnya sampailah Adipati Kalang di Gunung Cilik, dan wanita yang tidak kenal itu menyuruh supaya Adipati Kalang menengadah dan dan melihat siapa yang ada di depannya, betapa kagetnya Adipati Kalang, ternyata orang yang menyuruh di Gunung Cilik itu ialah Roro Kembang Sore.
Utusan dari Mojopahit waktu itu juga ada di Gunung Cilik, Patih Gajah Mada beserta Prajuritnya. Patih Gajah Mada tahu kalau pembunuh Putra Kerajaan Mojopahit Pangeran Lembu Peteng adalah Adipati Kalang pembunuhnya. Adipati Kalang lari terbirit-birit karena terus dikejar oleh Patih Gajah Mada dan Adipati Kalang badannya “di suwir-suwir” oleh Patih Gajah Mada, akhirnya tempatnya dinamakan Cuwiri dan Adipati Kalang lari kepergok oleh Patih Gajah Mada. Lalu tempat itu dinamakan “Bantelan” dan Adipati Kalang lari lalu si sembret-sembret terus tempat nya dinamakan “Kalangbret“, akhirnya Adipati Kalang jatuh dan masuk ke Kedung. Akhirnya “Ngesong” ke dalam dan dinamakan Kali Song. Akhirnya Adipati Kalang mati di dalam sugnai tersebut. Dan mayatnya tersangkut di pohon aren. Oleh Patih gajah Mada dinamakan “Batangsaren”.
Inilah cerita dari Wilayah Kalangbret Tulungagung yang kejadiannya di sekitar Wilayah Kalangbret sini. Nama-nama di bawah ini semua pemberian nama dari Patih Gajah Mada.
Adipati Kalang di suwir-suwir ® Cuwiri
Adipati Kalang kebentel ® Bantelan
Adipati Kalang jatuh diam (Tiba Meneng) ® Boneng
Adipati Kalang di sembret-sembret ® Kalangbret
Adipati Kalang masuk kedung ngesong ® Kali Song
Adipati Kalang mati tersangkut di pohon aren ® Batangsaren
Lalu nama itu di abadikan menjadi nama-nama Desa dan Dusun oleh masyarakat sekitar. Dan mereka menjadikan atau membuat cerita tersebut ke dalam ketoprak dan diselenggarakan pada hari-hari tertentu. Dan mereka sangat senang gembira karena diwarisi kebudayaan yang sangat berharga.
Asal Usul Nama KALANGBRET
(Babad Kalangbret)
Pada mulanya di Tulungagung ada seorang Adipati yang terkenal yaitu Adipati Betak Bedalem. Adipati Betak ini mempunyai 2 putri yang sangat cantik, yang pertama bernama Roro Inggit dan yang kedua bernama Roro Kembangsore.
Putri Adipati Betak yang kedua ini banyak disenangi Adipati-Adipati Muda, bahkan kecantikannya sangat terkenal di Kota-Kota lain smapai di Kerajaan Mojopahit. Kerajaan Mojopahit yang Putranya bernama Pangeran Lembu Peteng, sebagai Pangeran yang sangat bagus parasnya juga mempunyai Keris yang sangat ampuh kegunaannya (Digdoyo). Pangeran Lembu Peteng ini juga berada di lingkungan Kadipatenan Bedalem, selain Pangeran Lembu Peteng juga ada Kasan Besari dan Adipati Kalang, yang sama-sama ada di lingkungan Kadipaten.
Pangeran Lembu Peteng dan Adipati Kalang sama-sama jatuh cinta kepada Putri Adipati Betak yang bernama Roro Kembang Sore. Roro Kembangsore sangat cocok dan cinta kapada Pangeran Lembu Peteng, dan akhirnya kedua pasangan ii dinikahkan oleh Adipati Betak Bedalem (ayahnya Roro Kembang Sore). Mendengar berita itu, Adipati Kalang sangat marah dan murka, akhirnya Adipati Kalang mempunyai rencana membunuh Pangeran Lembu Peteng.
Pada waktu Pangeran Lembu Peteng dan Roro Kembang Sore Sungkem pada Adipati Betak, tiba-tiba Adipati Kalang mengeluarkan kerisnya dan langsung di tancapkan pada Pangeran Lembu Peteng dari arah belakang, dan matilah Pangeran Lembu Peteng. Adipati Kalang mengamuk setelah membunuh Pangeran Lembu Peteng. Adipati juga membunuh kedua orang tuanya Roro Kembang Sore, yaitu Adipati Betak Bedalem dan Istrinya. Roro Ringgit juga Roro Kembang Sore melarikan diri mencari keselamatannya masing-masing. Roro Kembang Sore akhirnya ada di pertapaan Gunung Cilik, Semedi. Kesaktian Keris dari Suaminya sangat terkenal bahkan sampai terdengar oleh Adipati Kalang berniat untuk memilikinya. Adipati Kalang ingin tahu Pusaka ampuh itu, makanya dia pergi ke Gunung Cilik dengan jalan Jongkok dan tunduk. Sampai ke Gunung Cilik, semua persyaratan dari Roro Kembang Sore. Akhirnya sampailah Adipati Kalang di Gunung Cilik, dan wanita yang tidak kenal itu menyuruh supaya Adipati Kalang menengadah dan dan melihat siapa yang ada di depannya, betapa kagetnya Adipati Kalang, ternyata orang yang menyuruh di Gunung Cilik itu ialah Roro Kembang Sore.
Utusan dari Mojopahit waktu itu juga ada di Gunung Cilik, Patih Gajah Mada beserta Prajuritnya. Patih Gajah Mada tahu kalau pembunuh Putra Kerajaan Mojopahit Pangeran Lembu Peteng adalah Adipati Kalang pembunuhnya. Adipati Kalang lari terbirit-birit karena terus dikejar oleh Patih Gajah Mada dan Adipati Kalang badannya “di suwir-suwir” oleh Patih Gajah Mada, akhirnya tempatnya dinamakan Cuwiri dan Adipati Kalang lari kepergok oleh Patih Gajah Mada. Lalu tempat itu dinamakan “Bantelan” dan Adipati Kalang lari lalu si sembret-sembret terus tempat nya dinamakan “Kalangbret“, akhirnya Adipati Kalang jatuh dan masuk ke Kedung. Akhirnya “Ngesong” ke dalam dan dinamakan Kali Song. Akhirnya Adipati Kalang mati di dalam sugnai tersebut. Dan mayatnya tersangkut di pohon aren. Oleh Patih gajah Mada dinamakan “Batangsaren”.
Inilah cerita dari Wilayah Kalangbret Tulungagung yang kejadiannya di sekitar Wilayah Kalangbret sini. Nama-nama di bawah ini semua pemberian nama dari Patih Gajah Mada.
Adipati Kalang di suwir-suwir ® Cuwiri
Adipati Kalang kebentel ® Bantelan
Adipati Kalang jatuh diam (Tiba Meneng) ® Boneng
Adipati Kalang di sembret-sembret ® Kalangbret
Adipati Kalang masuk kedung ngesong ® Kali Song
Adipati Kalang mati tersangkut di pohon aren ® Batangsaren
Lalu nama itu di abadikan menjadi nama-nama Desa dan Dusun oleh masyarakat sekitar. Dan mereka menjadikan atau membuat cerita tersebut ke dalam ketoprak dan diselenggarakan pada hari-hari tertentu. Dan mereka sangat senang gembira karena diwarisi kebudayaan yang sangat berharga.
22.2.09
Profil
Suara yang Menggetarkan Hati
Siang itu, matahari berteduh di balik awan putih, sehingga suasana tak begitu panas. Di komplek Perumahan Indah Desa Gondangmanis, Kecamatan Kota, Kudus tampak sebuah kediaman yang memancarkan kesejukan bagi penghuninya.
Ya, itulah kediaman seorang Habib terkemuka di Kota Kretek ini; Habib Syech bin Abdul Qadir. Setiap tamu yang datang, selain silaturahim, mereka juga tidak lupa untuk meminta doa. Sebenarnya, dai yang lahir di Solo, 20 September 1961, agak kurang fit kondisinya. Tapi, beliau bersedia melungkan waktu untuk menyapa tamunya.
Begiut pula, ketika crew PARADIGMA singgah waktu itu. Senyumnya mengembang menguarkan keramahan. “Ahlan wa sahlan, kaifa khaluk?” sambutnya ramah.
Ketenarannya di kota religius dan modern ini, tidak diragukan lagi. Lantaran gelombang dakwahnya yang dahsyat, dan mendapat banyak simpati masyarakat. Sebelum berdakwah di Kudus dan mengasuh Jamiyyah Shalawat Ahbabul Mustofa, lelaki yang hobi bershalwat, sudah lama berjuang mensyiarkan Islam di kota kelahirannya. Di Solo, beliau mendirikan yayasan yang bergerak di bidang dakwah, Fosmil (Forum Minggu Legi, red) begitu Habib yang bersuara sejuk ini menamakannya.
Bukan tanpa alasan, tapi nama itu merupakan interpretasi dari kearifan lokal masyarakat Solo. Minggu, ditahbiskan agar semua masyarakat bisa menerima. Sedangkan Legi, supaya masyarakat jawa juga merasa dihormati, dan dapat menerima pula.
“Segala yang besar, berawal dari hal kecil,” ungkap Habib Syech. Begitu pula dengan Jamiyyah Ahbabul Mustofa Kudus. Pada saat itu kisahnya, Habib Muhammad Al Kaf, Manajer Jamiyyah Ahbabul Mustofa, asal Desa Prambatan Kidul, Kecamatan Jati, Kudus, bertandang kerumahnya, dan meminta untuk berdakwah di Kudus.
“Daerah yang pertama kali saya sambangi, adalah Bacin,” terang Habib. Waktu itu, ujar beliau, jamiyyah yang saya asuh di Bacin belum bernama Ahbabul Mustofa, masih berupa jamiyyah-jamiyyah shalawat sebagaimana di tempat lain. Habib menambahkan, baru ketika intensitas jami’yyah semakin rutin, dan jumlah hadirin semakin banyak, kemudian baru da’i masyhur ini menggagas sebuah wadah perkumpulan orang-orang yang hub (cinta, red) kepada Nabi Muhammad SAW.
Akhirnya, kenang Habib Syech, lahirlah jamiyyah shalawat Ahbabul Mustofa, yang berarti kekasih-kekasih manusia pilihan Muhammmad.
Benih Cinta
Padatnya jadwal pengajian, dan aktifitas sehari-hari, tidak menghalangi Habib Syech untuk bersholawat bersama masyarakat. Dengan niat teguh menjadi orang bermanfaat, membuatnya selalu berlipat semangat. “Sebenarnya saya tidak mengunakan resep untuk menjaga stamina. Hanya, saya mempunyai keyakinan, kalau rasa cinta tertanam di hati kepada Baginda Rasul Muhammad SAW, segala rasa lelah akan sirna seketika,” tuturnya.
Kemudian, dia menghela nafas, beliau menuturkan kelelahan fisik akan terbenam dengan kelezatan nikmat dari syafaat Muhammad. “Sebaliknya, seletih apapun kita kalau berjumpa dengan kekasih kita, pasti akan merasa senang, rasa lelah juga hilang,” ujar Habib Syech.
Di antara pembicaraan panjang itu, Habib sempat menyinggung problem konflik antar umat. Menurutnya, keadaan bangsa yang kian bertambah rapuh, dikarenakan semangat untuk meniru dan mencintai Rasulullah SAW meluruh. Lagi-lagi, putra Abdul Qadir Assegaf dan Syarifah Bustan Al Qadiri ini, mengepakkan sayap petuahnya, kalau ingin memperbaiki keadaan bangsa ini, tanamkan rasa cinta kepada Nabi, karena beliaulah suri tauldan yang baik dan kunci keselamatan.
Suara Menggetarkan
Salah satu daya tarik tersendiri dari Habib yang pernah merantau di Arab Saudi selama 10 tahun ini adalah pada suaranya yang syahdu dan menggetarkan hati. Hampir tiap kali pengajian yang dihadirinya, jamaah membludak, mencapai ribuan orang. Bahkan terkadang ada yang menyatakan kedatangannya untuk mengikuti pengajian karena terdorong ingin mendengarkan suaranya yang khas. Ketika crew PARADIGMA menanyakan hal ini, beliau langsung menepisnya. “Saya ini hanya motor, ini semua berkat doa ulama terdahulu dan sekarang yang ada di kota ini, supaya masyarakar Kudus gemar bershalawat,” tuturnya.
Banyak orang yang berpendapat, sambungnya, bahwa saat saya melantunan qasidah (lagu sanjungan kepada Nabi Muahammad atau orang yang mulia dengan menggunakan bahasa Arab, red), mereka merasa asyik dan khusyuk. “Saya tidak mempunyai resep apa-apa untuk merawat suara, ini karunia Allah,” ujarnya tawadhu’.
Beliau juga mengenang masa kecilnya yang indah, “Ketika kecil, saya diminta ayah untuk membaca qasidah-qasidah ketika ulama-ulama bersilaturrahim ke rumah saya. Setidaknya keluar dari lisan mereka doa barokallahu fiik, hal ini mengalirkan berkah doa mereka juga”.
Kesehariannya sebagai seorang dai tidak menyebabkan beliau menanggalkan tanggungjawab duniawi. Di sela-sela kesibukannya, Habib Syech menyempatkan diri untuk bekerja. “Di rumah, saya mempunyai usaha kecil-kecilan, berdagang sorban dan baju muslim, saya juga menjual kaset, Rasulullah mengajari kita untuk bekerja, selain ‘amar makruf nahi ‘anil munkar. Agar kehidupan dunia dan akhirat seimbang dan terhindar dari sifat tama’ ”.
Dalam kurun waktu tujuh tahun berdakwah di Kudus ini, sosok Habib Syekh menjelma layaknya terminal kesejukan, tempat pemberhentian sementara para salik dan pecinta rasul. Sahut-menyahut merdu, mengobati kerinduan dan kehausan akan cinta, mengisi ruang kosong antara bumi dan langit. Tiada lain dan satu harapanya perjumpaan dengan kekasihnya, Muhammad SAW.
Ya nabi salam ‘alaika, ya rasul salam ‘alaika, ya habib salam ‘alaika, shalawatullah ‘alaika. [Zakki]
Wahai Pencinta Keluarga Nabi Muhammad SAW
Wahai pencinta keluarga Nabi Muhammad SAW bersatulah dan jangan bercerai berai, jangan pula mudah di adu domba oleh orang-orang yang ingin memisahkan kalian kepada keluarga Nabi Muhammad SAW, para habaib itulah satu darah yang wajib kita mencintai mereka semua karena ditubuh mereka ada darah Nabi Muhammad SAW.
Ilmu yang diajarkan mereka semua sama walaupun cara mereka berbeda-beda, kita sebagai pencinta keluarga Nabi Muhammad SAW tidak boleh menyalahkan perbedaan mereka karena kecintaan itu tidak melihat perbedaan, kecintaan yang tulus di dalam hati ialah ia akan selalu menjunjung tinggi keluarga Nabi Muhammad SAW dan selalu membantu segala kesusahan mereka dari setiap kesulitan dan ancaman orang-orang yang di dalam hatinya memiliki ketidak senangan terhadap cucu Nabi Muhammad SAW, bersatulah dengan menjunjung tinggi majelis-majelis mereka, cintai mereka seperti kamu mencintai dirimu sendiri karena Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an surat As-Syuro “katakanlah yaa Muhammad Engkau tidak meminta upah apapun dari dakwahmu, suruhlah umatmu mencintai keluargamu”
Dan di dalam surat Al-Kautsar Allah SWT berfirman : “Terputuslah mereka dari Rahmat Allah SWT bagi orang-orang yang yang membenci keluarga Nabi Muhammad SAW”.
Wahai pencinta keluarga Nabi Muhammad SAW orang-orang yahudi dan orang-orang nasrani tidak akan pernah ridho dengan adanya akan habaib dan begitu juga golongan-golongan islam yang sekongkol dengan orang-orang yahudi, mereka bagaimana pun caranya berusaha untuk menghancurkan para habaib dan pengikut-pengikutnya dengan menyebarkan bermacam-macam fitnah dan mengadu domba, berhati-hatilah dan selalu memohon kepada Allah SWT agar selalu dikuatkan iman dan islam karena tidak ada tempat yang lebih indah nanti kecuali bersama kakek mereka yaitu Nabi Muhammad SAW sebagai kakek para habaib dan Nabi yang terakhir untuk umat manusia.
Siang itu, matahari berteduh di balik awan putih, sehingga suasana tak begitu panas. Di komplek Perumahan Indah Desa Gondangmanis, Kecamatan Kota, Kudus tampak sebuah kediaman yang memancarkan kesejukan bagi penghuninya.
Ya, itulah kediaman seorang Habib terkemuka di Kota Kretek ini; Habib Syech bin Abdul Qadir. Setiap tamu yang datang, selain silaturahim, mereka juga tidak lupa untuk meminta doa. Sebenarnya, dai yang lahir di Solo, 20 September 1961, agak kurang fit kondisinya. Tapi, beliau bersedia melungkan waktu untuk menyapa tamunya.
Begiut pula, ketika crew PARADIGMA singgah waktu itu. Senyumnya mengembang menguarkan keramahan. “Ahlan wa sahlan, kaifa khaluk?” sambutnya ramah.
Ketenarannya di kota religius dan modern ini, tidak diragukan lagi. Lantaran gelombang dakwahnya yang dahsyat, dan mendapat banyak simpati masyarakat. Sebelum berdakwah di Kudus dan mengasuh Jamiyyah Shalawat Ahbabul Mustofa, lelaki yang hobi bershalwat, sudah lama berjuang mensyiarkan Islam di kota kelahirannya. Di Solo, beliau mendirikan yayasan yang bergerak di bidang dakwah, Fosmil (Forum Minggu Legi, red) begitu Habib yang bersuara sejuk ini menamakannya.
Bukan tanpa alasan, tapi nama itu merupakan interpretasi dari kearifan lokal masyarakat Solo. Minggu, ditahbiskan agar semua masyarakat bisa menerima. Sedangkan Legi, supaya masyarakat jawa juga merasa dihormati, dan dapat menerima pula.
“Segala yang besar, berawal dari hal kecil,” ungkap Habib Syech. Begitu pula dengan Jamiyyah Ahbabul Mustofa Kudus. Pada saat itu kisahnya, Habib Muhammad Al Kaf, Manajer Jamiyyah Ahbabul Mustofa, asal Desa Prambatan Kidul, Kecamatan Jati, Kudus, bertandang kerumahnya, dan meminta untuk berdakwah di Kudus.
“Daerah yang pertama kali saya sambangi, adalah Bacin,” terang Habib. Waktu itu, ujar beliau, jamiyyah yang saya asuh di Bacin belum bernama Ahbabul Mustofa, masih berupa jamiyyah-jamiyyah shalawat sebagaimana di tempat lain. Habib menambahkan, baru ketika intensitas jami’yyah semakin rutin, dan jumlah hadirin semakin banyak, kemudian baru da’i masyhur ini menggagas sebuah wadah perkumpulan orang-orang yang hub (cinta, red) kepada Nabi Muhammad SAW.
Akhirnya, kenang Habib Syech, lahirlah jamiyyah shalawat Ahbabul Mustofa, yang berarti kekasih-kekasih manusia pilihan Muhammmad.
Benih Cinta
Padatnya jadwal pengajian, dan aktifitas sehari-hari, tidak menghalangi Habib Syech untuk bersholawat bersama masyarakat. Dengan niat teguh menjadi orang bermanfaat, membuatnya selalu berlipat semangat. “Sebenarnya saya tidak mengunakan resep untuk menjaga stamina. Hanya, saya mempunyai keyakinan, kalau rasa cinta tertanam di hati kepada Baginda Rasul Muhammad SAW, segala rasa lelah akan sirna seketika,” tuturnya.
Kemudian, dia menghela nafas, beliau menuturkan kelelahan fisik akan terbenam dengan kelezatan nikmat dari syafaat Muhammad. “Sebaliknya, seletih apapun kita kalau berjumpa dengan kekasih kita, pasti akan merasa senang, rasa lelah juga hilang,” ujar Habib Syech.
Di antara pembicaraan panjang itu, Habib sempat menyinggung problem konflik antar umat. Menurutnya, keadaan bangsa yang kian bertambah rapuh, dikarenakan semangat untuk meniru dan mencintai Rasulullah SAW meluruh. Lagi-lagi, putra Abdul Qadir Assegaf dan Syarifah Bustan Al Qadiri ini, mengepakkan sayap petuahnya, kalau ingin memperbaiki keadaan bangsa ini, tanamkan rasa cinta kepada Nabi, karena beliaulah suri tauldan yang baik dan kunci keselamatan.
Suara Menggetarkan
Salah satu daya tarik tersendiri dari Habib yang pernah merantau di Arab Saudi selama 10 tahun ini adalah pada suaranya yang syahdu dan menggetarkan hati. Hampir tiap kali pengajian yang dihadirinya, jamaah membludak, mencapai ribuan orang. Bahkan terkadang ada yang menyatakan kedatangannya untuk mengikuti pengajian karena terdorong ingin mendengarkan suaranya yang khas. Ketika crew PARADIGMA menanyakan hal ini, beliau langsung menepisnya. “Saya ini hanya motor, ini semua berkat doa ulama terdahulu dan sekarang yang ada di kota ini, supaya masyarakar Kudus gemar bershalawat,” tuturnya.
Banyak orang yang berpendapat, sambungnya, bahwa saat saya melantunan qasidah (lagu sanjungan kepada Nabi Muahammad atau orang yang mulia dengan menggunakan bahasa Arab, red), mereka merasa asyik dan khusyuk. “Saya tidak mempunyai resep apa-apa untuk merawat suara, ini karunia Allah,” ujarnya tawadhu’.
Beliau juga mengenang masa kecilnya yang indah, “Ketika kecil, saya diminta ayah untuk membaca qasidah-qasidah ketika ulama-ulama bersilaturrahim ke rumah saya. Setidaknya keluar dari lisan mereka doa barokallahu fiik, hal ini mengalirkan berkah doa mereka juga”.
Kesehariannya sebagai seorang dai tidak menyebabkan beliau menanggalkan tanggungjawab duniawi. Di sela-sela kesibukannya, Habib Syech menyempatkan diri untuk bekerja. “Di rumah, saya mempunyai usaha kecil-kecilan, berdagang sorban dan baju muslim, saya juga menjual kaset, Rasulullah mengajari kita untuk bekerja, selain ‘amar makruf nahi ‘anil munkar. Agar kehidupan dunia dan akhirat seimbang dan terhindar dari sifat tama’ ”.
Dalam kurun waktu tujuh tahun berdakwah di Kudus ini, sosok Habib Syekh menjelma layaknya terminal kesejukan, tempat pemberhentian sementara para salik dan pecinta rasul. Sahut-menyahut merdu, mengobati kerinduan dan kehausan akan cinta, mengisi ruang kosong antara bumi dan langit. Tiada lain dan satu harapanya perjumpaan dengan kekasihnya, Muhammad SAW.
Ya nabi salam ‘alaika, ya rasul salam ‘alaika, ya habib salam ‘alaika, shalawatullah ‘alaika. [Zakki]
Wahai Pencinta Keluarga Nabi Muhammad SAW
Wahai pencinta keluarga Nabi Muhammad SAW bersatulah dan jangan bercerai berai, jangan pula mudah di adu domba oleh orang-orang yang ingin memisahkan kalian kepada keluarga Nabi Muhammad SAW, para habaib itulah satu darah yang wajib kita mencintai mereka semua karena ditubuh mereka ada darah Nabi Muhammad SAW.
Ilmu yang diajarkan mereka semua sama walaupun cara mereka berbeda-beda, kita sebagai pencinta keluarga Nabi Muhammad SAW tidak boleh menyalahkan perbedaan mereka karena kecintaan itu tidak melihat perbedaan, kecintaan yang tulus di dalam hati ialah ia akan selalu menjunjung tinggi keluarga Nabi Muhammad SAW dan selalu membantu segala kesusahan mereka dari setiap kesulitan dan ancaman orang-orang yang di dalam hatinya memiliki ketidak senangan terhadap cucu Nabi Muhammad SAW, bersatulah dengan menjunjung tinggi majelis-majelis mereka, cintai mereka seperti kamu mencintai dirimu sendiri karena Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an surat As-Syuro “katakanlah yaa Muhammad Engkau tidak meminta upah apapun dari dakwahmu, suruhlah umatmu mencintai keluargamu”
Dan di dalam surat Al-Kautsar Allah SWT berfirman : “Terputuslah mereka dari Rahmat Allah SWT bagi orang-orang yang yang membenci keluarga Nabi Muhammad SAW”.
Wahai pencinta keluarga Nabi Muhammad SAW orang-orang yahudi dan orang-orang nasrani tidak akan pernah ridho dengan adanya akan habaib dan begitu juga golongan-golongan islam yang sekongkol dengan orang-orang yahudi, mereka bagaimana pun caranya berusaha untuk menghancurkan para habaib dan pengikut-pengikutnya dengan menyebarkan bermacam-macam fitnah dan mengadu domba, berhati-hatilah dan selalu memohon kepada Allah SWT agar selalu dikuatkan iman dan islam karena tidak ada tempat yang lebih indah nanti kecuali bersama kakek mereka yaitu Nabi Muhammad SAW sebagai kakek para habaib dan Nabi yang terakhir untuk umat manusia.
17.2.09
mu'jizat berpikir besar
beberapa tahun yang lalu ada sebuah rapat penjualan yang mengesankan. direktur yang bertanggung jawab atas penjualan diperusahaan tersebut sangat bergairah. ia ingin menyampaikan suatu hal penting. disampingnya adalah wiraniaga terkemuka didalam organisasi tersebut, orang yang sederhana yang meskipun begitu, sudah menghasilkan $1000.000 pada tahun yang baru saja berakhir. pendapatan para wiraniaga yang lain rata-rata $200.000 setahun.
sang direktur menantang rapat tersebut. inilah yang ia katakan"saya ingin kalian semua memperhatikan Hendry baik-baik, dan tanyakan kepada dirikalian sendiri apa yang Hendry miliki dan yang tidak kalian miliki. hendry mendapatkan 5 kali lebih banyak dari rata-rata, tetapi apakah Hendry lebih cerdik dari kalian? tidak, tidak demikian menurut tes personalia kami. "Dan apakah Hendry bekerja lebih keras dibanding kalian semua?kembali jwabannya tidak.laporannya rata-rata sama. apakah Harry berpendidikan lebih tinggi?kesehatannya lebih baik?Tidak. Hendry kira-kira sama dengan rata-rata pada umumnya_kecuali satu hal...!!!
"perbedaan diantara hendry dan kalian semua adalah Hendry BERPIKIR lima kali lebih BESAR."
sang direktur menantang rapat tersebut. inilah yang ia katakan"saya ingin kalian semua memperhatikan Hendry baik-baik, dan tanyakan kepada dirikalian sendiri apa yang Hendry miliki dan yang tidak kalian miliki. hendry mendapatkan 5 kali lebih banyak dari rata-rata, tetapi apakah Hendry lebih cerdik dari kalian? tidak, tidak demikian menurut tes personalia kami. "Dan apakah Hendry bekerja lebih keras dibanding kalian semua?kembali jwabannya tidak.laporannya rata-rata sama. apakah Harry berpendidikan lebih tinggi?kesehatannya lebih baik?Tidak. Hendry kira-kira sama dengan rata-rata pada umumnya_kecuali satu hal...!!!
"perbedaan diantara hendry dan kalian semua adalah Hendry BERPIKIR lima kali lebih BESAR."
27.1.09
Yakin bisa menghilangkan keragu-raguan
Yakinlah Anda Berhasil, Andapun Akan Benar-Benar Berhasil
Keberhasilan adalah banyak hal yang mengagumkan dan positif. Keberhasilan adalah mampu menjalankan segala perintah-Nya dan menjahui segala larangan-Nya. Keberhasilan adalah freedom (kebebasan), dari hal-hal yang negative: ketakutan, frustasi, kegagalan, iri, dengki, takabbbur, ujub, dan lain-lain. Keberhasilan adalah memberikan rasa hormat kepada diri sendiri, terus-menerus mendapatkan kebahagiaan yang lebih riil dan bukan hanya kebahagiaan yang semu. Keberhasilan adalah kesejahteraan pribadi : berkecukupan dalam segala kebutuhan pribadi dan keluarga, memperoleh kehormatan dalam kepemimpinan dalam keluarga maupun masyarakat.
Keberhasilan adalah menang!
Keberhasilan adalah prestasi!
Setiap orang menginginkan keberhasilan dan yang pasti setiap orang menginginkan yang terbaik dalam hidup ini. Tak seorang pun senang akan ketakutan, kekalahan, kemiskinan, hidup pas-pasan dengan serba kekurangan, inferior.
Hikmah membangun keberhasilan adalah seseorang tidak akan merasa takut akan kegagalan pada apa yang dijalankan/lakukan. Sehingga orang tersebut merasakan suatu energy yang positif, pikiran yang positif, dan selalu optimis.
Yakin dengan yakin yang sebenar-benarnya berhasil memindahkan sebuah bukit, maka andapun mampu melaksanakannya, sebab kesangsian berjalan bersama-sama dengan kegagalan.
Barangkali anda pernah mendengar orang berkata” omong kosong kalau anda mengira memindahkan sebuah bukit, hanya dengan mengatakan” bukit, pindahlah!” benar-benar tidak mungkin. Mereka yang berpikir seperti ini mengelirukan keyakinan dengan angan-angan. Dan memang benar, anda tidak dapat hanya dengan mengangankannya saja. Anda tidak akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik hanya dengan mengangankannya. Anda juga tidak akan mendapatkan rumah yang besar hanya dengan mengangankannya dan anda tidak akan menjadi pemimpin hanya dengan mengangankan menjadi pemimpin.
Akan tetapi kita dapat memindahkan seuah bukit dengan keyakinan yang kuat. Cara terbaik memperoleh keberhasilan adalah dengan percaya bahwa anda dapat berhasil.
Tidak ada yang ghaib/rahasia mengenai kekuatan keyakinan/kepercayaan. Keyakinan bekerja sebagai berikut: keyakinan sikap”saya-positif-saya-dapat”, membangkitkan kekuatan keterampilan dan energy yang diperlukan untuk berhasil. Jika anda yakin” saya-dapat-melakukannya” dan benar-benar yakin, maka “bagaimana melakukannya” pun berkembang secara otomatis.
Setiap hari di desa-desa maupun di kota-kota diseluh dunia ini. Orang-orang muda memulai pekerjaan yang bartu, masing-masing mengangankan” bahwa suatu hari nanti mereka akan menimati keberhasilan yang mengiringi mereka menuju puncak”. Namun apa yang terjadi, mayoritas orang muda ini benar-benar tidak mempunyai kepercayaan yang diperlukan untuk mencapai jenjang tertinggi. Dan mereka pun tidak pernah mencapai puncak.
Percaya bahawa tidak mungkin untuk mendaki puncak tertinggi, mereka pun tidak menemukan anak tangga yang menuju puncak tertinggi. Sikap mereka adalah sikap orang “kebanyakan”.
Akan tetapi, sejumlah kecil orang muda ini benar-benar percaya bahwa mereka akan berhasil. Mereka mendekati pekerjaan dengan sikap” saya akan-mencapai-puncak”. Dan dengan kepercayaan besar, merekapun mencapai puncak. Percaya mereka akan berhasil dan bukannya tidak mungkin-mereka belajar dan mengamati sikap orang-orang yang sudah berhasil. Jadi, mereka belajar bagaimana orang yang sukses mendekati masalah dan mengambil keputusan. Dengan mengamati sikap orang yang berhasil., mereka pun menjadi berhasil.
Ingat!
“Keyakinan bisa mengilangkan keragu-raguan”.
Mereka yang yakin bahwa mereka dapat memindahkan bukit, benar-benar dapat melakukannya. Mereka yang percaya bahwa mereka rtidak dapat melakukannya, maka mereka pun benar-benar tidak dapat melakukan. Keyakinan menggerakkan kekuatan untuk melaksanakannya.
Biasanya orang yang gagal melontarkan kata-kata seperti ini” terus terang saja, saya rasa ini tidak akan berhasil”, atau” sebenarnya, saya tidak terlalu heran usaha ini tidak berhasil”,sebuah sikap” baiklah saya akan mencobanya, tetapi saya rasa ini tidak akan berhasil” akan menyebabkan kegagalan.
Kesangsian adalah kekuatan yang negative. Ketika pikiran tidak percaya/ragu, pikiran tersebut menarik “dalih” untuk menyokong ketidak percayaan tersebut. Keraguan, ketidak percayaan, perasaan tidak ingin benar-benar berhasil, bertanggung jawab atas sebagian besar kegagalan.
Berpikir ragu, maka anda gagal!
Berpikir menang, maka anda berhasil!
Kepercayaan adalah thermostat yang mengatur apa yang kita capai didalam hidup ini. Pelajari orang yang berjalan dengan kaki terseret dalam keadaan pas-pasan. Ia percaya dirinya kurang berharga sehingga ia pun hanya menerima sedikit. Ia tidak percaya dirinya dapat mengerjakan hal-hal besar, ia percaya dirinya tidak penting, maka segala hal yang ia kerjakan mempunyai tanda tidak penting. Sementara waktu berlalu, tidak adanya kepercayaan akan dirinya sendiri ini terlihat dalam cara ia berbicara, berjalan, bertindak. Jika ia tidak menyesuaikan lagi termostatnya, ia akan mengkerut, tumbuh semakin kecil dan semakin kecil dalam pandangannya sendiri. Dan, karena orang lain melihat diri kita seperti apa yang kita lihat didalam diri kita seperti apa yang kita lihat didalam diri kita, ia tumbuh semakin kecil dalam pandangan orang-orang di sekelilingnya.
Sekarang kita lihat orang muda yang maju pesat. Ia percaya dirinya sangat berharga dan ia mendapat banyak. Ia percaya dapat menangani tugas yang besar dan sulit dan ia melakukannya, semua yang ia kerjakan, cara ia berhadapan dengan orang lain, karakternya, pikirannya, sudut pandangnya, semua mengatakan,”inilah dia orang yang professional. Ia adalah orang yang penting.
Setiap orang adalah produk dari pikirannya sendiri. Percayalah akan hal-hal yang besar. Sesuaikan thermostat anda. Luncurkan serangan sukses dengan kepercayaan jujur dan tulus bahwa anda dapat berhasil. Percayalah akan kebesaran dan tumbuhlah dalam kebesaran!!!.
Keberhasilan adalah banyak hal yang mengagumkan dan positif. Keberhasilan adalah mampu menjalankan segala perintah-Nya dan menjahui segala larangan-Nya. Keberhasilan adalah freedom (kebebasan), dari hal-hal yang negative: ketakutan, frustasi, kegagalan, iri, dengki, takabbbur, ujub, dan lain-lain. Keberhasilan adalah memberikan rasa hormat kepada diri sendiri, terus-menerus mendapatkan kebahagiaan yang lebih riil dan bukan hanya kebahagiaan yang semu. Keberhasilan adalah kesejahteraan pribadi : berkecukupan dalam segala kebutuhan pribadi dan keluarga, memperoleh kehormatan dalam kepemimpinan dalam keluarga maupun masyarakat.
Keberhasilan adalah menang!
Keberhasilan adalah prestasi!
Setiap orang menginginkan keberhasilan dan yang pasti setiap orang menginginkan yang terbaik dalam hidup ini. Tak seorang pun senang akan ketakutan, kekalahan, kemiskinan, hidup pas-pasan dengan serba kekurangan, inferior.
Hikmah membangun keberhasilan adalah seseorang tidak akan merasa takut akan kegagalan pada apa yang dijalankan/lakukan. Sehingga orang tersebut merasakan suatu energy yang positif, pikiran yang positif, dan selalu optimis.
Yakin dengan yakin yang sebenar-benarnya berhasil memindahkan sebuah bukit, maka andapun mampu melaksanakannya, sebab kesangsian berjalan bersama-sama dengan kegagalan.
Barangkali anda pernah mendengar orang berkata” omong kosong kalau anda mengira memindahkan sebuah bukit, hanya dengan mengatakan” bukit, pindahlah!” benar-benar tidak mungkin. Mereka yang berpikir seperti ini mengelirukan keyakinan dengan angan-angan. Dan memang benar, anda tidak dapat hanya dengan mengangankannya saja. Anda tidak akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik hanya dengan mengangankannya. Anda juga tidak akan mendapatkan rumah yang besar hanya dengan mengangankannya dan anda tidak akan menjadi pemimpin hanya dengan mengangankan menjadi pemimpin.
Akan tetapi kita dapat memindahkan seuah bukit dengan keyakinan yang kuat. Cara terbaik memperoleh keberhasilan adalah dengan percaya bahwa anda dapat berhasil.
Tidak ada yang ghaib/rahasia mengenai kekuatan keyakinan/kepercayaan. Keyakinan bekerja sebagai berikut: keyakinan sikap”saya-positif-saya-dapat”, membangkitkan kekuatan keterampilan dan energy yang diperlukan untuk berhasil. Jika anda yakin” saya-dapat-melakukannya” dan benar-benar yakin, maka “bagaimana melakukannya” pun berkembang secara otomatis.
Setiap hari di desa-desa maupun di kota-kota diseluh dunia ini. Orang-orang muda memulai pekerjaan yang bartu, masing-masing mengangankan” bahwa suatu hari nanti mereka akan menimati keberhasilan yang mengiringi mereka menuju puncak”. Namun apa yang terjadi, mayoritas orang muda ini benar-benar tidak mempunyai kepercayaan yang diperlukan untuk mencapai jenjang tertinggi. Dan mereka pun tidak pernah mencapai puncak.
Percaya bahawa tidak mungkin untuk mendaki puncak tertinggi, mereka pun tidak menemukan anak tangga yang menuju puncak tertinggi. Sikap mereka adalah sikap orang “kebanyakan”.
Akan tetapi, sejumlah kecil orang muda ini benar-benar percaya bahwa mereka akan berhasil. Mereka mendekati pekerjaan dengan sikap” saya akan-mencapai-puncak”. Dan dengan kepercayaan besar, merekapun mencapai puncak. Percaya mereka akan berhasil dan bukannya tidak mungkin-mereka belajar dan mengamati sikap orang-orang yang sudah berhasil. Jadi, mereka belajar bagaimana orang yang sukses mendekati masalah dan mengambil keputusan. Dengan mengamati sikap orang yang berhasil., mereka pun menjadi berhasil.
Ingat!
“Keyakinan bisa mengilangkan keragu-raguan”.
Mereka yang yakin bahwa mereka dapat memindahkan bukit, benar-benar dapat melakukannya. Mereka yang percaya bahwa mereka rtidak dapat melakukannya, maka mereka pun benar-benar tidak dapat melakukan. Keyakinan menggerakkan kekuatan untuk melaksanakannya.
Biasanya orang yang gagal melontarkan kata-kata seperti ini” terus terang saja, saya rasa ini tidak akan berhasil”, atau” sebenarnya, saya tidak terlalu heran usaha ini tidak berhasil”,sebuah sikap” baiklah saya akan mencobanya, tetapi saya rasa ini tidak akan berhasil” akan menyebabkan kegagalan.
Kesangsian adalah kekuatan yang negative. Ketika pikiran tidak percaya/ragu, pikiran tersebut menarik “dalih” untuk menyokong ketidak percayaan tersebut. Keraguan, ketidak percayaan, perasaan tidak ingin benar-benar berhasil, bertanggung jawab atas sebagian besar kegagalan.
Berpikir ragu, maka anda gagal!
Berpikir menang, maka anda berhasil!
Kepercayaan adalah thermostat yang mengatur apa yang kita capai didalam hidup ini. Pelajari orang yang berjalan dengan kaki terseret dalam keadaan pas-pasan. Ia percaya dirinya kurang berharga sehingga ia pun hanya menerima sedikit. Ia tidak percaya dirinya dapat mengerjakan hal-hal besar, ia percaya dirinya tidak penting, maka segala hal yang ia kerjakan mempunyai tanda tidak penting. Sementara waktu berlalu, tidak adanya kepercayaan akan dirinya sendiri ini terlihat dalam cara ia berbicara, berjalan, bertindak. Jika ia tidak menyesuaikan lagi termostatnya, ia akan mengkerut, tumbuh semakin kecil dan semakin kecil dalam pandangannya sendiri. Dan, karena orang lain melihat diri kita seperti apa yang kita lihat didalam diri kita seperti apa yang kita lihat didalam diri kita, ia tumbuh semakin kecil dalam pandangan orang-orang di sekelilingnya.
Sekarang kita lihat orang muda yang maju pesat. Ia percaya dirinya sangat berharga dan ia mendapat banyak. Ia percaya dapat menangani tugas yang besar dan sulit dan ia melakukannya, semua yang ia kerjakan, cara ia berhadapan dengan orang lain, karakternya, pikirannya, sudut pandangnya, semua mengatakan,”inilah dia orang yang professional. Ia adalah orang yang penting.
Setiap orang adalah produk dari pikirannya sendiri. Percayalah akan hal-hal yang besar. Sesuaikan thermostat anda. Luncurkan serangan sukses dengan kepercayaan jujur dan tulus bahwa anda dapat berhasil. Percayalah akan kebesaran dan tumbuhlah dalam kebesaran!!!.
23.1.09
Rahasia Sehat Sepanjang Waktu

Pernah bingung pada tetangga sebelah, yang pernah sakit? padahal di lingkungan anda flu dan pilek sedang mewabah? Percaya atau tidak, kondisi ini rupanya bisa saja terjadi. terutama, pada mereka yang daya tahan tubuhnya memang prima. ini juga terjadi pada seorang instruktur seni di kota NewYork, Jennifer Cassetta, yang mengklaim dirinya tak pernah sakit " mungkin karena kebiasaan saya berolahraga, sehingga daya tahan tubuh saya terlatih dan tahan dari serangan bebagai virus," ujarnya. Olahraga juga katanya membuat jantung lebih kuat, dan sistem kekebalan tubuh meningkat.
kondisi kesehatannya itu secara dramatis berubah sejak perempuan yang sampai umur 20-an masih dikenal sebagai perokok, peminum dan suka pulang larut, ini meninggalkan kebisaan buruknya. " pola hidup saya sejak saat itu memang berubah drastis, tapi sejak itu pula, kesehatan saya lebih baik secara signifikan," katanya mengenang era lebih 10 tahun lalu itu.
kini, cassetta hanya mengosumsi makanan sehat, lebih sering berolahraga, dan meninggalkan rokoknya sama sekali. tak heran, jika diusianya yang sudah kepala tiga, dia merasa lebih sehat, lebih baik penampilannya dan lebih tahan banting dibanding sebelumnya.
olahraga aerobik yang biasa dilakukan Cassetta memang bisa melancarkan sirkulasi darah. begitu ujar dokter sekaligus penulis buku Women's Wisdom, Women's Bodies, Christiane Northrub. "Saat sirkulasi darah meningkat, tubuh akan memproduksi sela darah putih secara optimal," ujarnya. Nah, si sel darah putih itu akan menjaring bakteri asing berbahaya sel berbahaya di dalam tubuh dan menyingkirkannya. Jadi tak heran, jika Cassetta dan keluarganya selalu aman dari urusan flu dan batuk.
Siapa pun tentu bisa menjadi seorang Cassetta yang selalu sehat. apalagi riwayat kesehatan keluarga kita bebas dari penyakit berbahaya. selain olahraga, mkanan pun memang bisa menjadi sumber kekuatan tubuh. Apel, brokoli, dan teh hijau, bisa menjadi salah satu menu pelengkap dalam hidangan sehari-hari. antioksidan alaminya yang disebut quercetin, bisa meingkatkan imunitas tubuh saat stres. Soal quecertin ini, sebuah penelitian yang dipimpin oleh David Nieman, seorang guru besar di Appalachian State university, menyebutkan bahwa konsumsi suplemen quecertin yang diberikan kepada para atlet, terbukti berhasil menjaga mental para atlet saat beraksi.
jangan kupakan juga beberapa jenis vitamin penting untuk meningkatkan daya tahan. seperti vitamin D dari ikan, telur, dan susu. Hyla Cass, yang dikenal sebagai dokter dan juga penulis buku Weks to Vibrant Health, menambahkan bahwa beberapa jenis obat seperti acid blockers bisa menghilangkan atau membuang beberapa jeis nutrisi seperti vitamin D dari tubuh.
Tapi, jika anda sulit melakukan semua ide ersebut, tak perlu kawatir. tetaplah bersikap positif. karena perasaan negatif seperti rasa takut dan terlalu berharap. ternyata bisa menurunkan daya tahan tubuh. Sikap khawatir yang terus-menerus, bisa membuat kadar cortisol dan ephinephrine meningkat. Dua hormon ini ermasuk jeis hormon stres yang bisa melemahkan daya tahan tubuh secara keseluruhan.
sikap positif juga bisa meningkatkan senyawa oksida nitrit, yang membantu menyeimbangkan neurotransmitter, memperbaiki imunitas, dan meningkatkan sirkulasi darah. kapan pun kadar seyawa ini meningkat, maka resistensi terhadap penyakit pun akan meningkat.
Sheldon Cohen, guru besar psokologi dari Carnegie Mellon university juga menyebutkan ada hubungannya antara stres dan dukungan ssial terhadap imuitas dan kesehatan. mereka yang memiliki lebih banyak hubungan sosial ternyata mempunyai resiko terkena flu lebih sedikit. Hasil riset ini ternyata juga snada dengan penelitian lain yang menyebutkan mereka yang memiliki jringan sosial lebih luas, maka resiko terkena penyakit jantung lebih sedik dan hidup lebih panjang.
Satu kiat lain yag tak sulit anda lakukan adalah tidur delapan jam sehari secara teratur. pada saat tidur, tubuh akan memperbiki sistem imunitas. yaitu dengan meningkatkan produksi kadar melatonin, hormon yang salah satu fungsinya memperkuat sistem imunitas di dalam tubuh. Nah, tak sulit untuk tetap sehat, kan?
22.1.09
SEJARAH DESA MAJAN
SEJARAH DESA MAJAN
Sekitar abad ke 16-17 M, menurut catatan sejarah Kabupaten Tulung Agung bernama Kadipaten Ngrowo (Bonorowo), dimana dalam hal agama penduduknya sudah banyak yang memeluk agama Islam. Sayangnya ke-Islam-an mereka masih bercampur dengan tradisi Hindu, terutama tampak dalam hal adat-istiadat yang dilaksanakan sehari-hari. Misalnya tradisi kenduri, sesajen, penghormatan terhadap arwah, pernikahan dan upacara-upacara adat lainnya. Hal tersebut menjadikan sulit memisahkan asal tradisi, antara ajaran Islam dengan Hindu. Oleh karena itu, para ulama dalam menyebarkan Islam membutuhkan waktu yang cukup lama dan kesabaran, keuletan serta kreatifitas dalam menciptakan tradisi baru sebagai pengganti tradisi lama.
Dalam kondisi masyarakat seperti itu, muncul seorang tokoh bernama Khasan Mimbar yang mendapat tugas dari Adipati Ngrowo I (Bonorowo), Kyai Ngabehi Mangundirono, untuk menegakkan syari’at Islam di Kadipaten Ngrowo. Beliau ditunjuk sebagai penghulu (Amiruddin) yang mempunyai wewenang mengurusi masalah pernikahan oleh Sunan Surakarta, yaitu Pakubuwono II. Tugas tersebut dibuktikan dengan Surat Layang Kekancingan tertanggal Ahad 16 16 Rabi’ul Akhir Tahun 1652 Jw, atau jika dikonversi ke tahun Masehi menjadi 16 Rabiul Akhir 1727 Masehi.
Setelah Khasan Mimbar wafat, kepemimpinan Desa Majan dilanjutkan oleh keturunanya (khususnya para putranya) secara turun-temurun sampai tahun 1979. Setelah Indonesia merdeka, status desa ini masih sebagai salah satu desa perdikan, dengan sebuah ciri khas hak Kepala Desa yang sekaligus menjabat sebagai seorang Kyai. Menariknya salah satu tugas kyai adalah menikahkan warganya atau warga daerah lain yang memerlukan, tradisi ini berjalan sampai tahun 1979.
Pada awalnya, hukum pernikahan yang berlaku di Desa Majan memakai hukum adat kawin Majan, sampai adanya Surat Keputusan (SK) Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Tulungagung atas nama Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Timur dengan nomor KH. II/ 15/ SK/ 1979, tanggal 2 Mei 1979. Selanjutnya, setelah tahun 1979 desa Majan mengalami perubahan status dari desa perdikan berubah menjadi desa biasa. Perubahan status desa tersebut, menjadikan administrasi pemerintahan juga mengalami perubahan, salah satunya terhadap tradisi pernikahan penduduk Majan. Hal ini menimbulkan berbagai dampak sosial bagi penduduk Majan dan sekitarnya.
Salah satu dampak yang muncul, setelah perubahan status menjadi desa biasa adalah kesadaran masyarakat Desa Majan sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam pernikahan, masyarakat tidak hanya melaksanakan pernikahan kepada Kyai, akan tetapi pelaksanaan pernikahan dilanjutkan ke KUA untuk mendapatkan kartu nikah. Disini peneliti memberi analisis bahwa perubahan status desa tidak menimbulkan pergolakan atau nampak negatif, tetapi kepada perubahan positif bagi kesadaran masyarakat, khususnya dalam hal kepatuhan pada Negara dan agama.
Dalam hal Tradisi Kawin Majan, dari hasil obeservasi dan analisis peneliti terdapat beberapa masalah yang berkaitan erat dengan sejarah Desa Majan dari Desa Perdikan menjadi desa biasa. Respon masyarakat terhadap penghulu misalnya, seorang Kyai sekaligus sebagai penghulu merupakan orang yang mempunyai ilmu agama Islam yang mendalam, sehingga masyarakat sangat menghormati dan memuliakannya. Masyarakat mempunyai keyakinan, bahwa dengan jalan seperti itu mereka bisa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT .
Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti menganggap perlu untuk mengetahui dan meneliti lebih lanjut tradisi Kawin Majan yang berada di Kecamatan Kedungwaru Tulungagung, khususnya sebelum ada perubahan status majan sebagai desa perdikan (merdeka) menjadi desa biasa. Oleh karena itu penelitian ini bermaksud untuk mengungkap sejarah Tradisi Kawin Majan, terutama kontribusi terhadap kebudayaan Islam di Bangsa Indonesia.
20.1.09
ALAT SERBA GUNA
ALAT SERBA GUNA
Parut Listrik
Pada umumnya alat untuk menghaluskan kelapa disebut parut, tetapi yang kita kenal selama ini atau yang kita gunakan adalah parut yang berasal dari kayu yang diberi jeruji besi pada alasnya dan cara bekerjanya digerakkan oleh tangan manusia. Parut jenis ini sudah ada sejak nenek moyang kita yang mempunyai fungsi menghaluskan kelapa untuk dijadikan santan. Kalau kita menggunakan parut jenis ini selain membutuhkan waktu yang cukup lama dan tenaga yang ekstra dan kadang jari kita terkena mata parut, mungkin karena kita mulai mengalami kelelahan sehingga mengurangi konsentrasi yang menyebabkan jari kita terluka. Untuk para ibu kalau menggunakan parut jenis ini, jelas kurang maksimal hasil kerjanya terutama ketika memasak sayur yang bersantan. apalagi zaman sekarang, para ibu mempunyai kesibukan-kesibukan yang lain , selain urusan dapur. Ada yang mulai aktif di luar rumah seperti, berdagang, pegawai negeri sipil, karyawan di perusahaan, dan aktifitas-aktifitas yang lain. Karena alat dapur yang belum bisa bekerja lebih efisien dari segi tenaga dan waktu bisa menyebabkan semua pekerjaan berantakan. Akan tetapi bagi para ibu tidak perlu khawatir dengan hal ini. Karena sekarang sudah ditemukan alat serbaguna yaitu yang berupa parut listrik yang bisa menjadikan pekerjaan lebih efisien.
Alat parut ini diproduksi oleh UD Rimba Sentosa-Indonesia yang berada di desa beringin, kecamatan Ngunut, kabupaten Tulungagung, propinsi Jwa Timur. Pada tahun 2004 perusahaan ini mendapat hak cipta dari pemerintah kabupaten tulungagung. Produksi alat parut ini bermula dari sebuah ide kreatif bapak Sujiono yang menyadari kurang efisiennya kerja para ibu rumah tangga, sedangkan para ibu dituntuk untuk bekerja lebih cepat karena ada kesibukan yang lain. Karena hal ini bapak Sujiono mulai berpikir dan mencoba, bagaimana bisa menciptakan alat parut yang bisa membantu pekerjaan para ibu lebih efisien dan maximal, maka muncullah ide penggabungan antara perut dengan mesin dinamo.kemudian dicoba digabungkan dan membutuhkan waktu yang cukup lama bisa menjadi bentuk seperti gambar parut diatas. Tanpa ketekunan dan kerja keras tentunya tidak mungkin bisa menjadi bentuk seperti itu. Dan sekarang kendala-kendala untuk urusan penghalusan kelapa yang dihadapi para ibu sudah tidak ada lagi karena telah tercipta alat serba guna berupa parut listrik yang bisa menjadikan pekerjaan dapur para ibu bisa lebih efidien baik waktu dan tenaga.
19.1.09
ASAL MULA NAMA TULUNGAGUNG
ASAL MULA NAMA TULUNGAGUNG
Sejarah menyatakan bahwa nama TULUNGAGUNG tidaklah timbul dengan tiba-tiba. Telah banyak musim silih berganti, berikut masa-masa yang dilaluinya, yang semuanya itu meninggalkan kenangan tersendiri di dalam riwayat terjadinya Kota TULUNGAGUNG. Apa yang dapat kita kenangkan dari nama TULUNGAGUNG di dalam riwayat lama, sebenarnya adalah suatu tempat lingkaran yang berpusat di sekitar alun-alun termasuk desa Kauman dan Kampungdalem.
Tulungagung berasal dari kata TULUNG dan AGUNG. Kata TULUNG mempunyai dua arti :
Pertama : TULUNG dalam bahasa Sansekerta artinya SUMBER AIR atau dalam bahasa Jawa dapat dikatakan umbul.
Kedua : TULUNG yang berarti pemberian, pertolongan atau bantuan.
Adapun AGUNG berarti besar.
Jadi lengkapnya TULUNGAGUNG mempunyai arti arti “SUMBER AIR BESAR atau “PERTOLONGAN BESAR”
Meskipun SUMBER AIR, dan PERTOLONGAN itu berlainan artinya, namun di dalam sejarah Tulungagung keduanya tidak dapat dipisahkan karena mempunyai hubungan erat sekali dalam soal asal mula terbentuknya daerah maupun perkembangannya.
Dahulu orang menyebutnya kabupaten Ngrowo, ialah sesuai dengan keadaan daerahnya yang berupa rawa-rawa. Lalu lintas perhubungan dilakukan melalui sungai, terutama lewat sungai yang sekarang masih disebut sungai Ngrowo. Oleh sebab itu tidaklah heran bila letak daerah-daerah yang disebutkan orang-orang dalam sejarah maupun cerita-cerita rakyat kesemuanya tidak jauh dari sungai letaknya. Misalnya : Gledhug, Pacet, Waung, Ketandhan, Tawing, dll.
Sebelum dijadikannya kabupaten daerah-daerah tersebut dikuasai oleh para Tumenggung di bawah perlindungan kerajaan Mataram.
Di daerah Nrowo banyak terdapat sumber air. Diantara sumber air yang termasuk besar sekarang sudah menjadi alun-alun. Tempat di sekitar alun-alun inilah yang dinamakan Tulunagung yang berarti sumber air yang besar. Dahulu daerah Ngrowo itu tidak seluas sekarang. Semenjak katumenggungan diubah menjadi kabupaten, maka diperluaslah daerahnya. Tulungagung menerima wilayah dari kabupaten di sekitarnya pada abad ke-19. kabupaten Blitar menyumbang daerah Ngunut, Kabupaten Ponorogo menyumbang daerah pegunungan Trenggalek,dan Pacitan memberi daerah Pantai selatan, seperti Prigi, Ngrayun, Panggul, dan Jombok. Dengan demikian pada zaman dahulu Tulungagung meliputi daerah Trenggalek juga. Bantuan daerah tersebut meriupakan bantuan yang sangat besar bagi masyarakat Tulungagung.
Nama-nama Bupati / Kepala Daerah yang pernah memegang PEMERINTAHAN
1. KYAI NGABEHI MANGUNDIRONO
bupati Ngrowo di Kalangbret
2. TONDOWIDJOJO
bupati Ngrowo di Kalangbret
3. R.M. MANGOENNEGORO
bupati Ngrowo di Kalangbret
4. R.M.T. PRINGGODININGRAT
bupati Ngrowo di Tulungagung 1824-1830
5. R.M.T. DJAJANINGRAT
bupati Ngrowo di Tulungagung 1831-1855
6. R.M.A SOEMODININGRAT
bupati Ngrowo di Tulungagung 1856-1864
7. R.T. DJOJOATMOJO
bupati Ngrowo di Tulungagung 1864-1865
8. RMT GONDOKOESOEMO
bupati Ngrowo di Tulungagung 1865-1879
9. RT SOEMODIRJO
bupati Ngrowo di Tulungagung 1879-1882
10. RMT PRINGGOKOESOEMO
bupati Ngrowo di Tulungagung 1882-1895
11. RT PATOWIDJOJO
bupati Ngrowo di Tulungagung 1896-1901
12. RT COKROADINEGORO
bupati Tulungagung 1902-1907
13. RPA SOSRODININGRAT
bupati Tulungagung 1907-1943
14. R. DJANOEISMADI
Kenchoo Tulungagung 1943-1945
15. R. MOEDAJAT
bupati Tulungagung 1945-1947
16. R. MOCHTAR PRABU MANGKUNEGORO
bupati Tulungagung 1947-1950
17. R. MOETOPO
bupati Tulungagung 1951-1958
18. DWIDJOSOEPARTO
kepala daerah Tulungagung 1958-1960
19. KASRAN
bupati Tulungagung 1958-1959
20. R. SOERYOKOESOEMO
Pd. Buoati 1959-1960
21. M. POEGOEH TJOKROSOEMARTO
bupati/kepala daerah 1960-1966
22. R. SOENDARTO
Pd. Bupati/Kep.Daerah 1966-1968
23. LETKOL (U) SOENARDI
bupati/kepala daerah 1968-1973
24. LETKOL INF. MARTAWISOEROSO
bupati/kepala daerah 1973-1978
25. SINGGIH
bupati/kepala daerah 1978-1983
26. DRS.MOH. POERNANTO
bupati/kepala daerah 1983-1987
27. DRS. H. JAIFUDIN SAID
28. IR. HERU CAHYONO, M.Si
sampai sekarang
18.1.09
Sentra industri dan makanan
Sentra industri dan makanan
Tulungagung sekarang terkenal sebagai sentra industri kerajinan marmer dan batu onyx. Sentra industri ini terdapat di selatan Tulungagung, terutama di Kecamatan Campurdarat, yang di dalamnya banyak terdapat perajin marmer. Batu-batuan marmer dan onyx tersebut selain bersumber dari Tulungagung sendiri, juga di datangkan dari daerah lain, seperti Bawean, sebuah pulau yang masuk wilayah kabupaten Gresik. Bawean dikenal sebagai pemasok batu onyx yang memiliki kualitas baik dan relatif lebih tua dari segi usia.
Selain industri marmer, di Tulungagung juga tumbuh dan berkembang berbagai industri kecil dan menengah yang kebanyakan memproduksi alat-alat/perkakas rumah tangga. Seperti batik dan konveksinya, bordir Garmen, busana muslim, sprei, sarung bantal, rukuh dan sebagainya. Di Kecamatan Ngunut terdapat industri peralatan TNI dengan standart NATO seperti tas ransel, sabuk, dan lainnya. Begitu juga makanan ringan seperti kacang atom dan lain-lain.
Selain itu, juga terdapat banyak makanan khas Tulungagung. Makanan tersebut barangkali tak akan mudah di temukan di daerah lain, seperti: lodho ayam, nasi pecel, sompil, dan jajanan semisal kacang Shanghai, geti, jongkong, ireng-ireng, sredeg, cenil, plenggong. Ada juga minuman khasnya, seperti: kopi cethe, wedang jahe sere, dawet camcao, rujak uyub, dan beras kencur.
kususnya di kecamatan Ngunut banyak terdapat home industry yang sudah mempunyai pasar yang cukup luas. diantara home industry tersebut adalah produksi hanger besi, di kecamatan ngunut dan skitarnya banyak sekali yang memproduksi hanger besi tersebut dan dipasarkan hampir keseluruh wilayah Indonesia dinantaranya, ke seluruh wilayah jawa, Kalimantan timur, dan sebagian wilayah sumatra. selain itu ada juga yang memproduksi kebutuhan-kebutuhan alat rumah tangga yang lain seperti, parut listrik, sendok besi, kastok besi dan kayu, dan alat-alat rumah tangga yang lain.
Tulungagung sekarang terkenal sebagai sentra industri kerajinan marmer dan batu onyx. Sentra industri ini terdapat di selatan Tulungagung, terutama di Kecamatan Campurdarat, yang di dalamnya banyak terdapat perajin marmer. Batu-batuan marmer dan onyx tersebut selain bersumber dari Tulungagung sendiri, juga di datangkan dari daerah lain, seperti Bawean, sebuah pulau yang masuk wilayah kabupaten Gresik. Bawean dikenal sebagai pemasok batu onyx yang memiliki kualitas baik dan relatif lebih tua dari segi usia.
Selain industri marmer, di Tulungagung juga tumbuh dan berkembang berbagai industri kecil dan menengah yang kebanyakan memproduksi alat-alat/perkakas rumah tangga. Seperti batik dan konveksinya, bordir Garmen, busana muslim, sprei, sarung bantal, rukuh dan sebagainya. Di Kecamatan Ngunut terdapat industri peralatan TNI dengan standart NATO seperti tas ransel, sabuk, dan lainnya. Begitu juga makanan ringan seperti kacang atom dan lain-lain.
Selain itu, juga terdapat banyak makanan khas Tulungagung. Makanan tersebut barangkali tak akan mudah di temukan di daerah lain, seperti: lodho ayam, nasi pecel, sompil, dan jajanan semisal kacang Shanghai, geti, jongkong, ireng-ireng, sredeg, cenil, plenggong. Ada juga minuman khasnya, seperti: kopi cethe, wedang jahe sere, dawet camcao, rujak uyub, dan beras kencur.
kususnya di kecamatan Ngunut banyak terdapat home industry yang sudah mempunyai pasar yang cukup luas. diantara home industry tersebut adalah produksi hanger besi, di kecamatan ngunut dan skitarnya banyak sekali yang memproduksi hanger besi tersebut dan dipasarkan hampir keseluruh wilayah Indonesia dinantaranya, ke seluruh wilayah jawa, Kalimantan timur, dan sebagian wilayah sumatra. selain itu ada juga yang memproduksi kebutuhan-kebutuhan alat rumah tangga yang lain seperti, parut listrik, sendok besi, kastok besi dan kayu, dan alat-alat rumah tangga yang lain.
16.1.09
BONOROWO historys
BONOROWO historys.Dalam Bahasa Kawi, Tulungagung berarti ‘sumber air besar’. Tulung berarti sumber, dan agung berarti besar. Dulunya merupakan daerah kecil yang terletak di sekitar tempat yang saat ini merupakan pusat kota (alun-alun).
Tulungagung adalah sebuah kabupaten di Jawa Timur, Indonesia. Kabupaten Tulungagung dibatasi oleh Kabupaten Blitar di sebelah timur, Kabupaten Trenggalek disebelah barat, Kabupaten Kediri di sebelah utara dan Samudra Hindia di sebelah selatan. Secara administratif, Kabupaten Tulungagung terbagi dalam 19 kecamatan, 257 desa, dan 14 kelurahan. Kecamatan tersebut adalah Bandung, Besuki, Boyolangu, Campurdarat, Gondang, Kalidawir, Karangrejo, Kauman, Kedungwaru, Ngantru, Ngunut, Pagerwojo, Pakel, Pucanglaban, Rejotangan, Sendang, Sumbergempol, Tanggung Gunung, Tulungagung.
Secara topografik, Tulungagung terletak pada ketinggian 85 m di atas permukaan laut (dpl). Bagian barat laut Kabupaten Tulungagung merupakan daerah pegunungan yang merupakan bagian dari pegunungan Wilis-Liman. Bagian tengah adalah dataran rendah, sedangkan bagian selatan adalah pegunungan yang merupakan rangkaian dari Pegunungan Kidul. Di sebelah barat laut Tulungagung, tepatnya di Kecamatan Sendang, terdapat Gunung Wilis sebagai titik tertinggi di Kabupaten Tulungagung yang memiliki ketinggian 2552 m. Di tengah Kota Tulungagung, terdapat Kali Ngrowo yang merupakan anak Kali Brantas dan seolah membagi Kota Tulungagung menjadi dua bagian: utara dan selatan.
Dulunya, Tulungagung merupakan daerah yang berawa-rawa, yang terkenal dengan nama Bonorowo/ngrowo (rowo=rawa). Bekas rawa-rawa tersebut kini menjadi wilayah kecamatan Campurdarat, Boyolangu, Pakel, Besuki, Bandung, Gondang. Dalam prasasti Lawadan, terletak di sekitar Desa Wates Kecamatan Campurdarat, dengan candra sengkala “Sukra Suklapaksa Mangga Siramasa” yang menunjuk tanggal 18 November 1205 M disebutkan bahwa Raja Daha yang terakhir yaitu Sri Kretajaya merasa berkenan atas kesetiaan warga Thani Lawadan terhadap raja ketika terjadi serangan musuh dari sebelah timur Daha. Tanggal tersebut kemudian digunakan sebagai hari jadi Tulungagung. Pada Prasasti Lawadan dijelaskan juga tentang anugrah Raja Kertajaya berupa pembebasan dari berbagai pungutan pajak dan penerimaan berbagai hak istimewa kepada Dwan Ri Lawadan Tken Wisaya, atau dikenal dalam cerita sebagai Dandang Gendhis. Di jaman majapahit, Bonorowo dipimpin oleh seorang Adipati yang bernama adipati kalang. Adipati kalang tidak mau tunduk pada kekuasaan Majapahit, yang berujung pada invasi Mojopahit ke Bonorowo. Adipati kalang dan pengikutnya yang berjuang dengan gagah berani akhirnya tewas dalam pertempuran didaerah yang sekarang disebut Kalangbret dikecamatan Kauman.
Di Jaman penjajahan jepang, Tulungagung dijadikan base pertahanan jepang untuk menangkal serangan sekutu dari australia serta sebagai benteng pertahanan terakhir untuk menghadapi serangan dari arah utara. Pada masa itu ratusan ribu romusa dikerahkan untuk mengeringkan rawa-rawa Tulungagung membuangnya ke pantai selatan dengan membuat terowongan air menembus dasar gunung Tanggul, salah satu gunung dari rangkaian pegunungan yang melindungi Tulungagung dari dasyatnya ombak pantai selatan, yang terkenal dengan sebutan terowongan ni yama. Terowongan tersebut sekarang dijadikan PLTA Tulungagung.
Langganan:
Postingan (Atom)

